Djavaweb Design Sprint (Ringkasan Hari Ke-1)

Djavaweb Design Sprint

Hari pertama Design Sprint berjalan luar biasa.

Hari ini, 27 Maret 2018 – Kita di Djavaweb berhasil melaksanakan Design Sprint untuk pertama kalinya khususnya hari pertama design sprint.

Yang unik adalah dari metode design sprint yang digunakan, karena kita menggunakan design sprint 2.0

Design Sprint 2.0 adalah cara melakukan design sprint terbaru yang digagas oleh AJ&Smart (https://ajsmart.com/design-sprints/).

Salah satu perbedaan mencoloknya adalah waktu yang digunakan menjadi lebih efektif dan efisien menjadi 4 hari (Yang sebelumnya 5 hari).

Dengan perubahaan Mapping Problem dan Sketching Solution dikerjakan di hari pertama (Sebelumnya Sketching Solution di hari kedua).

Oke lanjut ke Djavaweb Design Sprint hari pertama . Sprint hari ini diikuti oleh Tim 9 orang, 1 orang decider (CEO) dan 1 fasilitator. Total ada 11 orang di war room sprint.

djavaweb design sprint war room
Djavaweb design sprint war room

Define Challenge

Design Sprint dimulai jam 9:00.

Setelah dari berbagai pertimbangan, ideation kemarin-kemarin, dan riset. Decider (CEO kita) memutuskan untuk mengambil challenge User On Boarding Tool.

Hal itu karena target market yang kita bidik adalah Developer yang mengerjakan website untuk client dan ada problem yang kurang maksimal disitu yaitu saat proses handoff developer ke client.

Setelah client menerima website yang dibuat developer, client kebanyakan masih kesulitan saat ingin mengubah suatu elemen atau menambahkan konten di wordpress.

Dengan feature User On Boarding yang kita buat nantinya, diharapkan mampu membantu mengatasi masalah tersebut.

Dicussion

Setelah mendefinisikan tantangan yang decider pilih. Selanjut kita melakukan sesi Diskusi ringan tentang tantangan yang kita pilih ini.

Sesi ini berlangsung kurang lebih 25 menit.

How Might We (HMW) Excercises

Saat sesi diskusi berlangsung. Kita juga melakukan sesi: How Might We (HMW).

How Might We ini misalnya gimana kita bikin bla bla bla dengan experience yang lebih baik lagi.

Saat sesi ini, tim diberikan post it. Untuk jumlah HMW nya bebas dan ditulis sebanyak mungkin.

Di pojok kiri atas kita menulis HMW.

Vote. 

Selanjutnya setelah diskusi berakhir. Fasilitator meminta kita untuk menempelkan post it kita di kaca. Selanjutnya kita klasifikasikan HMW yang memiliki gambaran besar yang sama.

Setelah itu vote. Setiap team mendapatkan 2 dot dari fasilitator dan decider mendapatkan 4 dot.

Setelah di vote. Post it dengan urutan 3 HMW terbanyak vote nya diurutkan.

3 HMW terbanyak yang kita pilih kurang lebih berisi:

  1. HMW: Client lupa dan ingin mencari on boarding (tutorial) nya kembali?
  2. HMW: Membuat on boarding yang reusable?
  3. HMW: Merancang flow dari user yang menggunakan on boarding tool kita nantinya?

Long Term Goals (Optimist)

Di sesi ini kita diminta fasilitator untuk menuliskan long term goal kita dalam 1 tahun kedepan.

Saat sesi ini, kita berfikirnya optimis dan amsibius serta menghapus sejenak segala kesulitan yang ada.

Cara melakukan sesi ini adalah.. kita menulis: in 1 year …

Vote. 

Tim mendapatkan 1 dot dan decider absolute memilih long term goal yang mana sebagai visi dari perusahaan.

Long Term Goals yang dipilih oleh decider adalah:

  • Dalam 1 tahun jumlah active user yang mendownload adalah 1 juta pengguna.

Sprint Question

Setelah optimis di long term goals sebelumnya, selanjutnya kita menuliskan hal-hal yang pesimisnya tentang long term goal diatas.

Ini kebalikannya.

Cara menulisnya adalah, kita menulis: bisa nggak ….

Post it dari sesi ini dinamakan dengan Sprint Question.

Vote. 

Untuk sesi ini, seluruh tim dan decider mendapatkan 3 dots.

Sprint Question 3 terbanyak:

  1. Bisa nggak: Produk ini kita buat dengan knowledge kita saat ini?
  2. Bias nggak: Produk ini direalisasikan MVP nya dalam waktu review Vast di WordPress Repository?
  3. Bisa nggak: User On Boarding Tool ini menjadi unfair advantage nya kita?

Sebelum break sholat duhur, kita melakukan user story board secara gambaran besar terlebih dahulu.

User Story Board

Di sesi ini kita menulis bagaimana user berhubungan dengan tool kita. Mulai dari menemukan hingga menggunakannya.

Di sesi ini ada framework yang bisa digunakan yaitu kita membagi menjadi 3 kolom.

  1. Discover : Proses user menemukan tool kita.
  2. Learn : Proses user memahami manfaat kita dan mengatahui car menggunakannya.
  3. Use : Proses user berani menggunakan tool kita.

Proses ini dibimbing oleh fasilitator yang menuliskan story boardnya di papan putih.

Selanjut dari story board yang udah jadi. Kita tempel How Might We sebelumnya yang paling banyak di vote.

Dan kita tempel kira-kira How Might We ini ada diproses apa.

Djavaweb Design Sprint 3

Pukul 11.30 break sholat dhudur dulu dan makan siang. Kita lanjut pukul 12:45.

Research

Setelah break dan semua tim berkumpul. Sesi selanjutnya yang kita lakukan adalah sesi research.

Di sesi ini kita diminta fasilitator untuk mencari refrensi dari manapun di internet, kira-kira proses apa dan bagaimana yang mirip cara kerjanya dan menjawab how might we kita diatas.

Sesi ini berlangsung selama 25 menit.

Setiap tim mendapatkan 3 post it. Dan kita bisa menuliskan 3 refrensi yang kita dapatkan dari research yang kita lakukan itu tadi.

Doodling

Setelah research selesai. Proses selanjutnya yang kita lakukan adalah doodling.

Di sesi ini fasilitator meminta 1 orang volunteer dari tim kita untuk menggambarnya di papan putih besar.

Mas Redha (Salah satu UI UX Designer) yang suka sketching maju sebagai volunteer.

Selanjutnya kita di tim mempresentasikan setiap refrensi yang kita dapat dari reserach sebelumnya.

Setiap refrensi mendapatkan waktu maksimal 1 menit.

Disaat tim mempresentasikan refrensi yang didapat, tugas volunteer tadi adalah memvisualisasikannya dipapan agar mudah diingat dan ini akan berguna di sesi selanjutnya.

Sketch

Setelah sesi doodling berakhir. Selanjutnya adalah sesi sketch.

Di sesi ini kita mengambil kertas HVS berapapun, dan mencoba membuat sketsa solusi gabungan dari hasil refrensi sebelumnya.

Sesi ini berlangsung 20 menit.

Crazy8

Sesi berikutinya adalah Crazy8.

Di sesi ini kita melipat kertas 3 kali menjadi 8 bagian kecil.

Selanjutnya tugas kita adalah mensketsa ide besar kita yang ada kita pilih sebelumnya dari sesi sketch menjadi 8 versi yang berbeda.

1 versi selama 1 menit.

Total sesi ini sekitar 8 menit.

Setelah sesi Crazy8, kita break sholat ashar.

User Story

Sesi terakhir dihari pertama adalah user story. Kita mendapatkan 3 post it besar dan 1 HVS.

Lalu, fasilitator meminta kita untuk menempelkan 3 post it itu ke hvsnya secara berurutan. Selanjutnya kita diminta untuk menggambar dan menulis 3 langkah saat user menggunakan tool kita nantinya.

Post it digunakan untuk menggambar. Dan disampingnya ada tempat kosong dikertas, kita tulis keterangan apa yang kita gambar.

Saat sesi ini, keterangan itu lebih penting dari gambar nya.

Output hari pertama: 

Setelah user story selesai, lalu kita semua diminta untuk mengumpulkan rangkaian user story yang kita gambar dan tulis di kertas tersebut. Selanjutnya itu akan digunakan besok.

Jam menunjukkan pukul 15:42 Proses Design Sprint 2.0 hari pertama selesai. Kita lanjut besok pukul jam 9.

Untuk foto dokumentasi sedikit memang karena cuma bisa saya ambil waktu break. Saat sesi design sprint tidak diperkenankan membawa alat elektronik dengan alasan menghindari distraction.

Untuk resources tentang Design Sprint 2.0 kamu bisa belajar disini

AJ&Smart, “Design Sprint 2.0 Video Playlist” , https://www.youtube.com/watch?v=ZtYp7XzmXr8&list=PLxk9zj3EDi0X5CgoFckoheIFAx-uT2i7j

AJ&Smart, “Overview Design Sprint 2.0“, https://www.youtube.com/watch?v=Z8MOwcqZuuU

Commonlounge, “The Design Sprint Guide“,  https://www.commonlounge.com/discussion/f2355fa448234fdebcaa3364582fb56a

By Iosi Pratama

Hi, I'm Iosi. I do design digital products. Other than that, I'd love doing photography. writing, and doing sports. Let's be my friend. Grab me on Twitter @iosipratama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *