Djavaweb Design Sprint (Ringkasan Hari Ke-3)

Hari ini adalah hari full protoype.

Djavaweb Design Sprint Hari Ke-3 adalah seri design sprint hari ke 3 yang dilakukan oleh Djavaweb (tempat aku bekerja).

Untuk challenge yang kita pilih adalah bagaimana membantu developer lebih mudah handoff project ke client.

Solusi yang kita pilih adalah membuat wordpress plugin user on boarding.

Setelah hari pertama kita memetakan permasalahan adalah mensketching solusi. Baca disini untuk cerita hari pertama Djavaweb Design Sprint Day 1 – Studi kasus tool user on boarding.

Kemudian di hari kedua kita membuat keputusan mana solusi yang kita ambil dan membuat user story nya. Djavaweb Design Sprint Day 2.

Hari ini adalah design sprint hari ketiga.

Satu hari full membangun prototype.

Perlu diingat bahwa kita di Djavaweb menggunakan metode design sprint yang terbaru yang digagas oleh AJ&Smart dengan nama Design Sprint 2.0

Perbedaan mencolok dari design sprint versi sebelumnya adalah waktu yang digunakan.

Kalau sebelumnya 5 hari. Kali ini di versi terbaru design sprint 2.0 adalah 4 hari.

Dengan perbedaan Mapping dan Skething yang ditaruh di hari pertama. (Sebelumnya mapping di hari pertama dan skething dihari kedua)

Saya tiba dikantor pukul 8:40 pagi dan teman-teman maker yang bertugas membuat prototype sudah mulai mengerjakan.

Karena di Sprint kali ini saya bertanggung jawab sebagai interviewer, jadi saya ke atas untuk belajar hal-hal tentang user interview dan nggak ikut dibawah membuat prototype.

….

Membuat prototype

Karena sesekali saya turun untuk mengambil minuman dan alat di tas. Saya melihat pekerjaan yang dibikin oleh teman-teman.

Mereka dibagi menjadi 2 tim maker dengan kombinasi 1 tim terdiri dari designer dan developer. Untuk menggabungkan pekerjaan tim maker tersebut ada seorang stitcher menggabungkannya menjadi sebuah prototype yang utuh.

Hal ini sudah direncanakan di hari sebelumnya.

Tool Prototype

Untuk tools design layoutnya, tim maker menggunakan sketch karena memang sudah terbiasa.

Untuk dipresentasikannya ke user nanti, awalnya mau menggunakan tools seperti flinto atau keynote.

Namun karena beberapa alasan. Tim maker tidak menggunakan tools itu.

Setelah coba research tool yang kira-kira tepat dengan kebutuhan, akhirnya mareka menemukan axure. Tool untuk prototyping.

Belajar User Interview

Karena saya kali ini bertanggung jawab sebagai interviewer. Saya kurang tahu proses dibawah. Namun sebagai gantinya saya akan saya share hal-hal yang saya pelajari tentang user interview.

The Five-Act User Interview

Jadi five-act user interview adalah cara yang digunakan oleh Michael Margolis seorang entrepreneur atau dibuku Sprint dia dipanggil expert conversationalist oleh Jake Knapp , saat melakukan user interview untuk berbagai perusahaan besar di amerika.

Five-act user interview terdiri dari :

  1. Friendly Welcome. Untuk memulai sebua interview.
  2. Beberapa pertanyaan yang Open-ended yang memberikan kita lebih banyak informasi yang menguntungkan.
  3. Pengenalan prototype.
  4. Detail task untuk mendapatkan reaksi dari dari prototype nya.
  5. Kesimpulan cepat yang meringkas pandangan, feedback, dan impression dari user.

Contoh Friendly Welcome dari buku Sprint:

“Thanks for coming in today! We’re always trying to improve our product, and getting you honest feedback is a really important part of that.

This interview will be pretty informal. I’ll ask a lot of question, but I’m not testing you –

I’m actually testing this product. If you get stuck or confused, it’s not your fault.

In fact, it helps us find problems we need to fix.

I’ll start by asking some basic questions, then I’ll show you some things we’re working on.
Do you have any question before be begin?”

Friendly welcome yang kita gunakan

Terima kasih sudah meluangkan waktunya hari ini.

Kita di Djavaweb selalu berusaha menciptakan produk-produk yang benar-benar dibutuhkan oleh orang / customer kita dan memberikan dampak nyata pada mereka.

Oleh karena itu, ketika kita bikin suatu fitur atau produk baru. Kita coba tes agar kita benar-benar mengetahui seberapa membantu produk kita dan bagaimana produk kita ini pas dengan kebutuhan customer.

Inilah alasan interview ini dilakukan. Interview ini tidak formal kok.

Formatnya saya akan bertanya beberapa atau mungkin banyak pertanyaan. Tapi saya tidak sedang mengetes kamu,  Ini 100% test produk nya.

Jika anda bingung atau terjebak disuatu proses. Itu bukan kesalahanmu.

Faktanya itulah hal yang membantu kita menemukan masalah dan memperbaikinya.

Untuk pertama aku akan bertanya hal-hal dasar. Selanjutnya akan menunjukkan ke produk yang kita kembangkan sekarang.

Apakah ada pertanyaan sebelum kita mulai?

Contoh Open-Ended Question kita

Pekerjaan Sekarang

  • Apa profesi mu sekarang?
  • Dimana kamu bekerja sekarang?
  • Bisa dijelaskan peran mu di [perusahaan] itu bagaimana?

Flashback

  • Kapan pertama kali kamu belajar membuat website?

WordPress Theme

  • Kenapa kamu memilih wordpress untuk membangun sebuah website?
  • Apa saja wordpress theme yang pernah kamu gunakan?
  • Kenapa kamu pilih wordpress theme tersebut?
  • Buat kamu apa hal yang terpenting ketika memilih sebuah wordpress theme?

dll …

Untuk contoh lainnya pertanyaan lainnya tidak saya cantumkan disini, tapi kalau kamu penasaran bisa kontak saya langsung untuk melihat script kita sepenuhnya.

Testing Prototype

Iya setelah sekian lama tim maker membangun prototype dan saya belajar interview sekaligus membuat scriptnya.

Akhir waktu untuk tes prototype telah tiba sekaligus minta masukan untuk script interview.

Sesi ini dilaksanakan setelah sholat ashar.

..

Testing prototype berjalan lancar namun ada beberapa hal penting yang belum bisa, dan decider meminta itu untuk selesai saat user tes nanti.

Alhasil tim maker kembali mendesain prototype ini dan memperbaiki beberapa kekurangan.

Untuk saya sendiri catatannya sebagai interviewer adalah bagaimana saya meningkatkan lagi skill berkomunikasi, membuat hal rumit menjadi lebih sederhana.

Untuk user test besok rencana ada 5 user yang kita tes. Dan mereka adalah pilihan dari Decider (CEO) yang sesuai dengan target customer / user yang akan terbantu dengan adanya tool tersebut.

By Iosi Pratama

Hi, I'm Iosi. I do design digital products. Other than that, I'd love doing photography. writing, and doing sports. Let's be my friend. Grab me on Twitter @iosipratama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *